Rezeki dari Allah itu Unlimited

Nah… akhirnya ditulis juga nih catatan dari mas saptuari saat sharing motivasi bisnis pekan lalu.. udah lama banget ya?? Ndak papa… insya Allah ndak akan pernah basi ilmu ini…

Saptuari-Sugiharta-Founder-Kedai-Digital

mas Saptu memberikan langkah-langkan awal bagi para pemula untuk mulai berbisnis. mengenai apa-apa saja yang harus kita lakukan saat pertama kali kita memutuskan untuk menjalankan bisnis. Mas Saptu menjelaskannya dalam bahasa yang sederhana.

Pertama, putuskan urat malu kita. Buang jauh jauh deh yang namanya gengsi, gengsi gak bikin kenyang. Gak bisa juga beli rumah dan mobil pake gengsi. Sekolah-sekolah bagus juga gak nerima gengsi sebagai alat pembayaran SPP. Asalkan apa yang kita usahakan itu halal, gak perlu lah ada kata malu, apalagi sudah jelas sekali bahwa 9 dari 10 pintu rezeki adalah dari perdagangan. Biarlah apa pun kata orang, yang penting kita tetap fokus pada tujuan kita.

Kedua, gelar tidaklah penting… yang penting, selalu GELAR DAGANGAN… hihihihi….

Ketiga, tekun dan fokus. Seperti postingan sebelumnya, rumus dan ilmunya jelas, “sapa sing TEKUN, mesti TEKAN, yen ora mudeng yo TAKON”. Pasang kacamata kuda, pasang penutup telinga, ndak usah tergoda dengan bujuk rayu dari luar yang melemahkan kita. Yakinlah rezeki ALLAH itu unlimited, kalo kita tekun pasti hasilnya LUAR BIASA.

Keempat, inovasi tiada henti. Kalo mas Saptu menjelaskan dengan istilah sederhana yaitu UKM, bukan usaha kecil menengah namun Usaha Kreatif Milyaran. Gali potensi kreatif kita untuk melakukan inovasi produk maupun inovasi teknik pemasaran produk.

itu tadi tips paling penting dalam kita memulai bisnis, khususnya untuk kita yang bener-bener awal dalam soal wirausaha.

to be continued, insya ALLAH… bahasan berikutnya tentang twitter marketing, yang masih juga dirangkum dari sharing motivasi bisnis oleh mas saptuari

9 thoughts on “Rezeki dari Allah itu Unlimited

  1. wah, keren2 bos ^_^
    selamat menjadi pengusaha sukses, dunia dan akhirat =D
    #edisi silaturahim laskar blogger

  2. @panji : aamiin… mohon doanya

    @pramudyaarif : mungkin mas saptu lebih menekankan pada, siapapun kita dengan latar pendidikan apapun, bisa berbisnis… kalau anda ikut trainingnya waktu itu anda pasti akan berpikir ulang komen seperti itu, karena peserta saat itu bener2 heterogen, bukan hanya kalangan terpelajar. ada ibu2 penjual kue di pasar, ibu rumah tangga, mereka yg cuma bisa sekolah sampe sma/smk… yang mereka bukannya gak mau kuliah s1, s2, s3… tapi pasti emang ada alasan kuat mereka kenapa mereka tidak punya gelar akademis… dan mereka juga berhak untuk sukses…

  3. ya ampyun opink!!!! eksis!!! nia ayu wsgb, heheheh ak bertemu teman2 lama di blog, mupeng, pada rajin2 amat nulis, ak anak jurnal aja malesnya minta ampun, heheheheh.. semangad opink, kutunggu undanganmu (loh???)

  4. eh… ayu…. lha yo diopeni to blog-e…… lumuten jamuren, kebak sarang laba2ne lho mengko… kono… saponi sik!!!

    undanganku tinggal cetak… tunggu saja…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s